Nasi Goreng Cinta dan Jagung Berkawah Cokelat

 

Suasana kelas saat itu berubah jadi meriah. Suara siswa dan guru riuh rendah beradu dengan suara peralatan memasak. Ada apa ini? Ternyata hari ini, Jumat tanggal 17 Juni bersamaan dengan berakhirnya kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2010-2011, kelas satu SMP Raudlatul Jannah mengadakan kegiatan happy cooking class.

Pesertanya adalah semua siswa yang terbagi dalam kelompok guru asuh masing-masing. Sementara tantangannya adalah menyajikan makan siang komplit dari appertizer, main course hingga desserts. Tak urung semua siswa dan guru berlomba-lomba menjadi yang terbaik dengan menampilkan masakan yang bukan hanya enak rasanya, bagus presentasinya, tetapi juga terdengar hebat namanya. “Yang penting nama nomor satu, soal rasa boleh nomor dua puluh satu”, kata ustadzah Ari penuh semangat.

Maka munculah kemudian nama-nama masakan yang spetakuler dan agak asing di telinga, seperti nasi goreng cinta di bawah pelangi kebahagiaan, jagung berkawah cokelat, sup pelipur lara dan es cincau tiada tara. Sungguh sebuah pengalaman memasak dan kerjasama tim yang luar biasa. Tapi yang paling seru mereka melakukannya dengan penuh semangat untuk menjadi nomor satu. Tambah lagi mereka menjunjung semangat fair play yang tinggi.

Ketika giliran penilaian tiba, ustadzah Dwi dan Pak Mus yang bertindak sebagai juri kali ini tampak bingung. Karena beliau harus bekerja keras menentukan mana masakan peserta yang terbaik diantara yang baik. Setelah harus mencicipi semua masakan milik semua peserta hingga beliau berdua kelihatan payah karena kekenyangan, maka diputuskanlah yang menjadi pemenangnya adalah masakan mie berendam karya dari Khaliza dan kawan-kawan dibawah asuhan ustadzah Nanik Utami. Maka pecahlah tawa kegembiraan dan tepuk tangan dari semua peserta mengiringi kemenangan itu.

Tampak semua peserta begitu senang dengan kemenangan tersebut meski timnya tidak menjadi juara. Akhirnya semua peserta saling berbagi dan mencicipi makanan hasil kreasi mereka masing-masing serta tak lupa juga berbagi hadiah. Dan memang begitulah seharusnya umat muslim itu. Saling menasehati dalam kesabaran dan menaati dalam kebenaran. Baik dalam keadaan senang ataupun susah. Seperti hubungan antara tangan dan mata. Bila mata menangis tangan mengusap dan bila tangan terluka maka mata menangis. Indahnya ukhuwah muslim itu. (SW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: