Makan Ice Cream di Bawah Suhu Minus Lima Belas Derajat

Hari itu udara terasa sangat panas. Apalagi cuaca cerah karena saat itu sedang musim kemarau. Matahari pun bersinar terang.  Hari selasa tanggal 12 April siswa SMP Raudlatul Jannah berkenan mengunjungi pabrik ice cream Campina di daerah Rungkut Industri. Meski terik matahari menyengat tetap saja tidak menyurutkan semangat siswa SMP Raudlatul Jannah untuk mengikuti kegiatan ini.

Mula-mula kami diterima oleh Bu Indah yang ramah, salah seorang staf yang bertugas memandu fieldtrip kami kali ini. Kemudian kami dikumpulkan di sebuah ruangan pertemuan untuk mendapat penjelasan masalah seputar ice cream. Setelah dijelaskan banyak hal kami jadi tahu. Mulai tentang bahan baku, proses dari awal pembuatan, sampai dengan pendistribusian ice cream yang siap dikonsumsi dan manfaat yang terkandung di dalamnya bagi kesehatan tubuh kita. Serta yang tak kalah penting adalah bagaimana cara memilih jenis-jenis ice cream yang baik untuk dikonsumsi.

Berikutnya kami dibawa langsung ke tempat ruangan tempat memproduksi ice cream. Pertama kali kami menuju ruangan tempat penyimpanan bahan baku. Bila kita berada di tempat ini syaratnya adalah semua orang dan alat-alat haruslah bersih dan steril dari segala macam kuman. Wajarlah, karena saat ini kita akan memproduksi makanan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi faktor hygenis menjadi hal yang penting dan utama di sini.

Giliran berikutnya adalah tempat produksi. Di ruangan ini banyak dipenuhi dengan mesin-mesin otomatis untuk memproses ice cream. Ada mesin pembuat ice cream stik, cone, dsb. Setelah jadi, ice cream pun di packaging dalam kemasan yang menarik untuk selanjutnya di bawa ke gudang tempat penyimpanan untuk kemudian siap didistribusikan ke seluruh negeri.

Sebelum masuk ke gudang peyimpanan akhir, kami diwajibkan untuk memakai jaket tebal untuk penahan hawa dingin. Saat menginjakkan kaki pertama kali di dalam gudang penyimpanan ice cream, kami langsung disergap hawa dingin yang menggigit. Tidak tanggung-tanggung suhu ruangan di dalam gudang itu mencapai  minus 15 derajat di bawah nol. Tubuh kami kontan menggigil kedinginan. Sehingga penjelasan dari pemandu pun tidak bisa kami cerna dengan baik. Alhasil, kami hanya mampu bertahan selama 15 menit saja dan memutuskan untuk segera ke luar dari sana.

Sebelum akhir field trip kami berkesempatan mencicipi ice cream yang disediakan secara gratis di cafe Campina. Ini adalah saat yang paling kami tunggu. Sambil menikmati ice cream Concerto yang lezat dan sudah pasti menyehatkan dari Campina, kami berdiskusi dengan topik pentingnya makan makanan yang halal dan thoyib. Kami jadi teringat wahyu Allah dalam Surat Al Baqarah 168-169: “Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik (thoyib) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Terimakasih ya Allah, atas segala rizki yang kami terima hari ini. Mudah-mudahan kami termasuk hambaMu yang pandai mensyukuri nikmatMu. (SW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: