Menjadi Khalifah Fil Ardh

Lepas dari Mojosari, jalan yang kami lalui mulai terasa menanjak. Pemandangan yang tampak di kanan-kiri hanyalah bukit biru, jurang nan curam, dan area persawahan milik petani yang menghijau. Sejauh mata memandang hanya disuguhi pemandangan yang asri dan menyejukan. Benar-benar indah ciptaan Allah swt.

Mobil yang kami tumpangi terasa terengah-engah ketika melewati sebuah tanjakan curam. Hingga akhirnya mobil pun berhenti di sebuah vila yang bernama Jubel terletak di kawasan wisata Pacet. Bukan tanpa maksud, nama vila itu berarti jujugan belajar lingkungan artinya tujuan belajar lingkungan. Ya, karena tempat ini sering dijadikan para siswa untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan mereka, termasuk belajar mengenai lingkungan.

Malam pertama, siswa SMP Raudlatul Jannah langsung diajarkan materi tentang dasar-dasar leadership. Kemudian setelah istirahat makan malam, disambung dengan sholat magrib dan isya berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan materi building team. Peserta tidak hanya diberi materi tapi juga diajarkan tentang simulasi pemilihan komite kelas untuk selanjutnya dilatih untuk membentuk OSIS berikut program kerjanya. Acara malam itu ditutup dengan muhasabah, mengevaluasi segala yang telah kita lakukan selama hidup dunia. Mohon ampun atas dosa apa saja yang telah kita perbuat pada Allah, orangtua dan orang-orang yang kita cintai.

Setelah tidur tepatnya menjelang subuh pukul tiga pagi, semua peserta sudah dibangunkan untuk menjalankan sholat lail. Dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah pula. Selepas melakukan olahraga pagi, acara diteruskan dengan sarapan pagi sebelum menginjak pada tantangan berikutnya yang menegangkan.

Sementara acara puncak yang paling dinantikan adalah sebuah tantangan melintasi alam yang terdiri dari lembah, bukit, dan terakhir menyusuri sungai mulai dari hulu hingga ke hilir. Meski lelah karena harus menguras energi tapi semua peserta tampak enjoy dan tetap semangat melahap semua tantangan. Dalam kegiatan ini peserta diharapkan tidak mudah menyerah walau mengalami tekanan berat sekalipun dan dapat bertanggungjawab terhadap apa yang telah diamanahkan kepadanya.

Sebagai seorang muslim memang sudah seharusnyalah begitu. Seperti yang telah disunahkan Rasulullah saw: “Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya. (HR. Bukhari dan Muslim) (SW)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: