Hujan Ilmu di Tengah Keringnya Moral

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dalam minggu ini banyak sekali teman-teman yang diberi kesempatan untuk mengikuti berbagai seminar, pelatihan, dan workshop. Ada pelatihan tentang penyusunan materi KTSP berbasis karakter. Ada juga pelatihan tentang penerapan bilingual dalam matapelajaran matematika dan sains.  Ini semua menunjukan bahwa teman-teman guru haus akan pengetahuan dan ilmu-ilmu baru.

Memang sudah seharusnyalah seperti itu, karena tugas guru itu sebenarnya hanya ada dua. Yakni yang pertama adalah mengajar dan yang kedua adalah belajar. Mengajar sudah barang tentu telah dilakukan. Karena memang itu adalah tanggungjawab utama yang mulia sebagai sebagai seorang guru. Tujuannya tidak lain adalah demi mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Tetapi bagaimana dengan kewajiban guru untuk belajar. Tunggu dulu. Tidak semua guru yang sudah melaksanakannya. Ada yang sudah melaksanakan dengan niat memang hal itu telah menjadi sebuah kebutuhan bagi seorang guru. Terus berupaya mengupdate diri dan mengasah kapasitas keilmuannya.

Tetapi ternyata ada juga yang sudah tetapi menjalankan karena terpaksa alias sekedar gugur kewajiban saja. Ada juga yang belum melaksanakannya dengan alasan merasa sudah nyaman dengan keadaannya yang sekarang. Alhamdulillah semua guru-guru di lingkungan SMP Raudlatul Jannah sering mengikuti berbagai pelatihan dengan penuh semangat.

Salah satunya adalah Ust. Fidya yang baru saja mengikuti pelatihan penyusunan KTSP berbasis karakter untuk matapelajaran Pkn dan sosial. Pengalaman beliau selama mengikuti pelatihan ini adalah banyak hal-hal baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran yang berkaitan dengan masalah pembentukan karakter dan integritas siswa. Karena pendidikan adalah salah satu cara untuk membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Memang penting untuk mencetak anak-anak cerdas demi tujuan bangsa ini. Tetapi menurut beliau, jika tidak diimbangi dengan pembentukan akhlak yang baik hanya akan melahirkan mayarakat dan bangsa yang lemah integritasnya. Contoh yang paling dekat adalah maraknya fenomena tidak jujur dan korupsi di hampir semua sendi kehidupan. Untuk itu pendidikan akhlak sejak dini dirasa sangatlah perlu. Dan yang paling penting adalah seperti dikatakan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw; mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang paling kecil, dan mulailah berbuat baik dari sekarang juga. Maka kita semua akan keluar dari krisis moral berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: