Belajar Sejarah Membosankan? Enggak Tuch!

Opini publik sering mengatakan bahwa belajar sejarah itu membosankan. Apalagi bagi kaum muda-mudi yang lebih senang nongkrong di salah satu tempat kongko-kongko daripada di museum. Banyak orang beranggapan bahwa museum hanya untuk kaum lanjut usia.

Ketika anak sudah masuk SMP, maka materi yang diterimapun berbeda dari biasanya. Salah satu materi baru yang mereka terima adalah sejarah mengenai perang Dunia II. Berkaitan dengan peristiwa tersebut maka diperlukan satu kebiasaan ekstra dari biasanya yaitu membaca. Untuk belajar materi ini kebanyakan siswa dituntut untuk meningkatkan intensitas membaca agar paham dengan kronologi Perang dunia II.

Berkaitan dengan proses KBM salah satu metode yang diterapkan di SMP Raudlatul Jannah adalah pembelajaran yang menyenangkan tetapi tetap serius. Stigma negatif masyarakat tentang belajar sejarah yang membosankan dapat dipatahkan jika kita melihat proses KBM di sini. Berkat kerjasama dan komitmen dari para ustadz-ustadzah serta siswa, maka belajar tentang Perang Dunia II dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak.

Proses pembelajaran ini diawali dengan penjelasan guru tentang tugas yang harus mereka kerjakan yang sudah tercantum dalam Worksheet. Kelas dibagi menjadi tiga kelompok untuk bermain peran tentang Perang Dunia II. Mulai dari penyebab PD II, proses PD II hingga dampak yang ditimbulkan bagi bangsa Indonesia. Pada awalnya mereka dituntut untuk membaca ulang kronologi PD II yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Nah, hanya dalam waktu 30 menit mereka sudah dapat menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Pembagian peran, apa saja yang akan dibicarakan dan setingnya. Berkat kerja sama yang luar biasa dari masing-masing kelompok maka role playing PD II Alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Siswapun mampu memahami peristiwa-peristiwa menjelang Proklamasi kemerekaan RI dengan baik.

Selama ini pembelajaran dengan worksheet yang dianggap membosankan dan tidak menumbuhkan kreatifitas anak, hanya isapan jempol. Semua itu tergantung dari kemauan ustadz/ustadzah untuk mengembangkan alat pembelajaran tersebut. Dan yang perlu digaris bawahi disini adalah pentingnya siswa menulis kembali peristiwa/pelajaran apa yang di dapat hari ini. Tujuannya adalah agar segala yang dilakukan siswa dapat terdokumentasikan sebagai bukti otentik penilaian sekaligus sebagai referensi yang sewaktu-waktu dapat mereka baca kembali jika mereka membutuhkan.

Subhanallah, siswa-siswi SMP RJ mempunyai semangat yang luar biasa untuk maju. (FID)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: