BERTANDANG KE SMP AL MUSLIM TROPODO

Bicara tentang olahraga, tidak diragukan lagi jika semua jenjang usia menggemari topik tersebut. Hadits Rasulullah, “didiklah anak-anakmu berenang, memanah dan berkuda”, jika kita cermati hadits Rasulullah tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa olahraga merupakan aktivitas yang juga harus dipelajari oleh para intelektual muslim.

Olahraga pun ternyata juga mempunyai daya tarik tersendiri bagi siswa-siswi SMP Raudlatul Jannah. Dua jam pelajaran olahraga setiap minggu ditambah kegiatan eskul basket dan futsal ternyata belum cukup untuk memuaskan jadwal berlatih eskul mereka. Sehingga kerap kali di hari sabtu dan minggu, yang seharusnya menjadi hari libur mereka, mereka datang ke sekolah untuk eskul basket. Bahkan TIM futsal putra kelas 8 pun punya jadual tersendiri untuk latihan futsal setiap hari sabtu. Subhanallah!

Nah, berkaitan dengan kedua eskul tersebut, TIM basket dan futsal SMP  RJ pada tanggal 4 Maret 2012 kemarin telah bertandang ke SMP Al Muslim Tropodo. Setelah berlatih cukup keras, TIM futsal putra kelas 8 SMP Raudlatul Jannah di bawah asuhan Ustaq Iqbal akhirnya berhasil membawa pulang kemenangan dengan skor total 5-4. Sedangkan TIM basket puteri di bawah asuhan Ustad Maman dipaksa kalah dengan skor tipis 4-4 dan 4-6.

Wah, hebat juga ternyata TIM futsal SMP kelas 8. Apa sih rahasianya?. “Latihan dengan serius ustadzah, dan harus percaya diri” kata Eka, kapten TIM futsal putra kelas 8. Ya, memang untuk mendapat keberhasilan kita harus berlatih dengan keras dan tidak boleh putus asa. Ada kabar yang menyebutkan bahwa TIM futsal dan basket SMP Al Muslim Tropodo akan bertandang ke SMP Raudlatul Jannah. “Kita akan berlatih lebih keras lagi ustadzah” kata TIM basket putri SMP Raudlatul Jannah. “Ya, kita akan mempersiapkan diri dengan baik ustadzah!” kata kapten TIM futsal putra SMP Raudlatul Jannah. Good Job anak-anakku, teruslah berlatih, jadilah intelektual muslim yang sportif, sehat jasmani dan rohani. InsyaAllah, amin.(@Wardha)

Iklan

Sunatullah: Ada yang Pergi dan Ada yang Datang

Ust. Wahyu

Ust. Arif

Pergantian jabatan di sebuah instansi adalah hal yang lumrah terjadi, begitu juga dengan pergantian jabatan di SMP Raudlatul Jannah. Tepatnya bulan Februari 2012, Kepala Sekolah SMP Raudlatul Jannah,Ust. Arief Effendi, resmi digantikan oleh Usdz. Wahyu Rakhmawatie, S.Psi. Pergantian posisi jabatan tersebut oleh sebagian orang merupakan hal yang mengejutkan dan menimbulkan banyak pertanyaan karena hal tersebut terjadi biasanya pada tahun ajaran baru. Tetapi dengan seiringnya waktu kita sebagai bagian dari SMP Raudlatul Jannah bisa menerima hal tersebut.

Peresmian serah jabatan diikuti oleh semua anak dan ustad/ustazah SMP Raudlatul Jannah di Mushola sekolah. Suasana haru terlihat di acara hari itu. Ust. Arief yang telah membimbing sebagai kepala sekolah selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan meninggalkan bekas luar biasa. Berbagai kreativitas anak  dilimpahkan untuk menunjukkan rasa sayang terhadap ustad selama ini. Ada anak yang membacakan puisi, menyanyikan lagu, menuliskan surat, dan tidak lupa menuliskan kesan dan pesan untuk beliau.

Siapa pun  yang menjadi pemimpin di SMP Raudlatul Jannah adalah orang-orang yang mempunyai amanah untuk menjadi pendamping putra putri bangsa yang mampu memegang dunia. Kita mengucapkan selamat datang Usdz. Wahyu dan selamat tinggal Ust. Arief. Kita mengharapkan dengan pergantian jabatan bisa membawa kearah lebih baik pendidikan di SMP Raudlatul Jannah. (Ari Agustusia)

Belajar Sejarah Membosankan? Enggak Tuch!

Opini publik sering mengatakan bahwa belajar sejarah itu membosankan. Apalagi bagi kaum muda-mudi yang lebih senang nongkrong di salah satu tempat kongko-kongko daripada di museum. Banyak orang beranggapan bahwa museum hanya untuk kaum lanjut usia.

Ketika anak sudah masuk SMP, maka materi yang diterimapun berbeda dari biasanya. Salah satu materi baru yang mereka terima adalah sejarah mengenai perang Dunia II. Berkaitan dengan peristiwa tersebut maka diperlukan satu kebiasaan ekstra dari biasanya yaitu membaca. Untuk belajar materi ini kebanyakan siswa dituntut untuk meningkatkan intensitas membaca agar paham dengan kronologi Perang dunia II.

Berkaitan dengan proses KBM salah satu metode yang diterapkan di SMP Raudlatul Jannah adalah pembelajaran yang menyenangkan tetapi tetap serius. Stigma negatif masyarakat tentang belajar sejarah yang membosankan dapat dipatahkan jika kita melihat proses KBM di sini. Berkat kerjasama dan komitmen dari para ustadz-ustadzah serta siswa, maka belajar tentang Perang Dunia II dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak.

Proses pembelajaran ini diawali dengan penjelasan guru tentang tugas yang harus mereka kerjakan yang sudah tercantum dalam Worksheet. Kelas dibagi menjadi tiga kelompok untuk bermain peran tentang Perang Dunia II. Mulai dari penyebab PD II, proses PD II hingga dampak yang ditimbulkan bagi bangsa Indonesia. Pada awalnya mereka dituntut untuk membaca ulang kronologi PD II yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Nah, hanya dalam waktu 30 menit mereka sudah dapat menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Pembagian peran, apa saja yang akan dibicarakan dan setingnya. Berkat kerja sama yang luar biasa dari masing-masing kelompok maka role playing PD II Alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar. Siswapun mampu memahami peristiwa-peristiwa menjelang Proklamasi kemerekaan RI dengan baik.

Selama ini pembelajaran dengan worksheet yang dianggap membosankan dan tidak menumbuhkan kreatifitas anak, hanya isapan jempol. Semua itu tergantung dari kemauan ustadz/ustadzah untuk mengembangkan alat pembelajaran tersebut. Dan yang perlu digaris bawahi disini adalah pentingnya siswa menulis kembali peristiwa/pelajaran apa yang di dapat hari ini. Tujuannya adalah agar segala yang dilakukan siswa dapat terdokumentasikan sebagai bukti otentik penilaian sekaligus sebagai referensi yang sewaktu-waktu dapat mereka baca kembali jika mereka membutuhkan.

Subhanallah, siswa-siswi SMP RJ mempunyai semangat yang luar biasa untuk maju. (FID)

Asah Kreativitas Siswa Sejak Dini